Definisi dan Pengertian Monitor Istilah monitor pada dasarnya merupakan kata serapan yang diambil dari Bahasa Inggris yaitu dari kata monitor yang artinya mengamati. Oleh karena itu, jika diartikan dari asal katanya, monitor dapat diartikan sebagai perangkat yang digunakan untuk mengamati sesuatu. Jika diartikan secara lengkap, pengertian monitor adalah perangkat keras yang dipakai untuk menampilkan output data grafis yang berasal dari sumber-sumber data grafis seperti cpu, satelit, dan berbagai sumber data grafis lainnya. Dalam perangkat komputer, monitor sering juga disebut dengan istilah layar komputer. Sedangkan di perangkat jaringan televisi, monitor sering kali disebut dengan istilah layar televisi. 1. Cathode Ray Tube Monitor c r t di temukan pada tahun 1897. penemuan monitor c r t sudah lebih dari 100 tahun, dan memiliki kualitas gambar yang sangat bagus. Kelemahan monitor c r t ini, semakin besar display yang di buat, akan semakin besr tabung yang di gunakan. cara kerja monitor ini, menggunakan sinar katoda, dengan cara menampilkan sinar elektron ke layar. Tek nologi katoda adlh teknologi termurah di banding yg lain, tapi memerlukan energi listrik yang besar 2. Liquid Crystal Display (LCD) atau Flat Display Panel (FDP) Monitor ini tidak menggunakan tabung elektron, tapi menggunakan sejenis cristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menggunakan flat panel display dengan layar berbentuk pipih. Dan resolusi tinggi di banding crt. Karna bentuknya pipih, monitor ini menggunakan energi yang sedikit. lapisan lapisan LCD paraloid belakang Elektroda belakang Plat kaca belakang Kristal cair Platkaca depan Elektroda belakang Paraloid belakang 3. Plasma Gas atau Organic Light Emitting Diode (OLED)  Monitor jenis ini menggabungkan tekonologi CRT dan LCD. Menhsasilkan ketipisan seperti LCD & sudut pandang seperti CRT. Kontras warna yang di hasilkan melebihi LCD. Plasma sering di gunakan di pentas musik/ pertunjungan olah raga, nobar misalnya. Kita dapat melihat monitor raksasa. Itulah teknologi plasma. a. Monitor Gambar Tidak Muncul. Jika gambar tidak muncul, masalahnya tidak ada sinyal gambar yang dimunculkan ke monitor. Solusinya: Periksa sinyal video yang terdapat pada board video adapter CRT, karena komponen ini kemungkinan rusak atau terbakar. Kabel Heater Pada CRT Terbuka. Setiap kali CRT dinyalakan, heater akan bekerja. Ketika CRT dimatikan, heater juga ikutan jadi dingin. Perubahan panas yang berulang-ulang dan dalam waktu lama akan membuat heater menjadi terbuka dan panas merembes keluar dari kabel ini. Solusinya: Karena kabel heater ini terdiri dari tiga macam (merah, hijau, biru) kita dapat melihat kerusakannya pada warna yang akan muncul. Akan tetapi, kabel ini tidak dapat diganti kecuali anda mengganti tabung katodanya sama sekali. Bila kabel ini rusak, praktis anda harus mengganti monitor anda dengan yang baru. Katoda Terhubung Dengan Control grid. Katoda adalah bahan yang terbuat dari logam tidak tahan korosi, sehingga memungkinkan terhubung dengan control grid. Apabila hal ini terjadi, control grid akan kehilangan efektivitannya, dan akan berakibatkan warna yang muncul menjadi soak alias pudar. Pada umumnya, gejala ini seringkali muncul. Solusinya: Bila sudah terjadi kontak, tidak ada yang mungkin bisa dilakukan. Yang paling baik adalah mencegah terjadinya kontak antara katoda dan control grid, dengan memberikan pembatas antara control grid dengan seluruh katoda. Satu atau Lebih Warna Tampak Lemah. Jika satu atau lebih warna tampak lemah, maka masalah ini pada umumnya terjadi karena pada katoda terbentuk lapisan ionik yang menghambat pelepasan electron menuju layar. Gejala semacam ini membuat katoda menjadi kurang efektif dalam menembakkan elektron, yang mengakibatkan lemahnya warna pada layar monitor. Gejala ini akan terlihat di mana salah satu warna yang dihasilkan di layar monitor tampak lebih lemah. Solusinya: Periksa drive board video CRT anda, apakah ikatan solder pada salah satu tabungnya longgar atau lepas. Solder ikatannya. Bila gambar sudah terlampau buram, satu-satunya kemungkinan adalah mengganti tabungnya. Namun, biasanya kerusakan semacam ini hanya terjadi setelah penggunaan dalam waktu lama. Fosfor Pada Tabung Katoda Tampak Kusam. Fosfor merupakan senyawa kimia yang akan memunculkan warna tertentu ketika terkena sinar elektron berenergi tinggi. Pada monitor lama, kita seringkali menjumpai gambar yang tampak kuyu, dengan kontras warna yang bisa diatur maksimal. Solusinya: Tidak ada cara lain kecuali mengganti tabung katoda, tetapi umur fosfor bisa dihemat dengan mengatur brightness pada tingkat minimum dan anda bisa memasang screen saver pada layar monitor untuk mengurangi peredaran fosfor yang terlalu lama. Control grid Pada CRT Terbuka. Control grid digunakan untuk membatasi sinar yang dihasilkan oleh katoda, dengan memasang suatu muatan potensial pada grid. Bila control grid terbuka, akibatnya tidak ada lagi muatan potensial pada grid untuk mengontrol intensitas sinar dan sinar akan memancar dengan intensitas penuh. Solusinya: Periksa apakah katoda dengan control grid heater dengan katoda terjadi hubungan pendek (short) atau tidak. Bila anda tidak menemukan hubungan pendek (diperiksa dengan menggunakan multimeter) control grid kemungkinan telah terbuka. Solusi satu-satunya tabung harus diganti. Focus Grid Pada CRT Terbuka. Oksidasi dapat membuat hubungan pendek antara katoda dengan kontrol grid atau control grid dengan screen grid. Screen grid berfungsi untuk mengarajhakan gerakan elektron menuju layar. Bila screen grid mengalami hubungan pendek, energi elektron yang memancar ke layar akan berkurang sehingga akan mengurangi intensitas sinar yang berpendar pada fosfor dan dengan demikian akan mengurangi kecerahan gambar secara keseluruhan. Pada beberapa kasus yang parah, justru gambar tidak muncul sama sekali. Solusinya: Anda dapat mengukur apakah terjadi hubungan pendek pada screen grid atau tidak, dengan menggunakan multimeter untuk mengukur voltase pada grid tersebut. Biasanya grid memiliki voltase antara 250 sampai dengan 750 volt pada situasi normal. Bila voltase terlampau rendah, matika monitor lalu lepaskan drive board video yang ada di leher tabung kemudian restart monitor dan ukur kembali voltasenya. Bila voltase screen grid kembali normal bisa dipastikan bahwa screen grid mengalami hubungan pendek. Bila voltase tetap rendah, kita boleh curiga terjadi kerusakan pada sirkuit yang mengatur voltase pada screen. Gambar Tampak Merah atau Biru Kehijauan. Apabila gambar tampak merah atau biru kehijauan (mendekati cyan), masalahnya adalah terdapat masalah pada sirkuit video untuk jalur merah. Solusinya: Pastikan sebelumnya bahwa kontrol setting monitor berada pada kondisi normal. Bila kontrol warna diset pada kondisi baik sementara warna kemerahan tidak juga hilang, periksalah sirkuit drive video yang tersambung dengan warna merh. Kita memerluan osiloscope untuk melacak sinyal video input dan video output. Bila tidak terdapat sinyal video merah pada amplifier input, periksa sambungan antara monitor dengan board video adapter. Bila koneksi baik, cobalah gunakan monitor lain yang bekerja baik. Bila masalah tetap terjadi pada monitor tersebut, gantilah board video adapter pada monitor yang rusak. Kita dapat membandingkan karakteristik sinyal antara monitor yang rusak dengan monitor yang baik lalu menarik kesimpulan, dimana letak masalahnya. Bila anda tidak memiliki alat semacam osiloskop dan tidak terlalu ingin ribet, langsung saja ganti seluruh board video adapternya.

Komentar